Day 5 : Jatuh Cinta (lagi)


Sumber : Google
Perkenalkan namaku Ayu lestari, aku seorang wanita yang sudah menikah. Aku menikah selama 8 tahun, tetapi masih belum diberi kepercayaan untuk memiliki keturunan. Menikah diusia muda dengan pria baik-baik, tetapi rasa cinta itu baru tumbuh ketika sudah dalam ikatan pernikahan dan ini sepenggal kisah ku.

Hari itu, aku mengikuti pelatihan pembuatan film pendek di Jakarta. Hari ini ini adalah hari yang telah lama kutunggu-tunggu. Ini adalah mimpi yang selama ini telah lama kupendam. Berbekal dengan peralatan seadanya serta dibantu oleh beberapa muridku, film pendek yang kubuat berhasil membawaku ke workshop yang akan dilaksanakan selama satu minggu. Setelah workshop ini, kami diberikan waktu dua minggu untuk menyempurnakan film pendek yang telah kami buat. Dan bagi yang beruntung film pendeknya akan diputar disebuah festival film pendek di Bandung pada akhir tahun ini. Bagaimana mungkin aku akan melepaskan kesempatan ini begitu saja. maka dari itu, aku mulai melancarkan aksiku untuk membujuk Mas Yan untuk memberikan izin kepadaku.

"Mas Yan kan tau ... ini mimpi aku. Aku dapet kesempatan yang langka loh mas. Sayang kalau dilewatkan. Lagian kan workshopnya cuma seminggu. Please mas ..."

Mas Yan tampak keberatan memberikan aku izin, karena ini pertama kalinya aku ke Jakarta sendirian. Tetapi melihatku meminta izin dengan acting yang cetar membahana, akhirnya ia pun luluh dan menganggukkan kepalanya.

"Oke, mas kasih izin. Tapi ingat, harus selalu kasih kabar ... dan ..."

Belum selesai Mas Yan menyelesaikan kalimatnya, aku langsung menghambur kepelukannya yang membuat dia tak bisa berkata-kata lagi.

"Makasih ya mas, kamu memang yang terbaik"

"Iya, sama-sama"

Akhirnya, disinilah aku berada. Workshop hari pertama ku akan segera dimulai, aku sungguh tak sabar untuk menikmatinya.

Setelah satu jam diberikan waktu untuk menyelesaikan administrasi, pembukaan pun dimulai. Pembukaan dimulai dengan hikmad dan yang membuat aku tak percaya adalah salah satu pematerinya adalah sutradara favoritku, Ivan Alfian. Dadaku berdebar dengan kencang, aku pun sampai kewalahan mengatur ritme detak jantungku. Berulang kali kucubit pipiku, dan terasa sangat sakit. Berarti apa yang kulihat kali ini bukanlah mimpi. Pada saat perkenalan di pembukaan mata kami tak sengaja beradu pandang yang membuat pipiku seketika merona. Ditambah lagi ia tampak tersenyum yang membuat aura ketampanannya semakin terpancar.

Setelah sesi perkenalan, malam nanti kami akan langsung diberikan materi langsung dengan Pak Ivan. Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku akan tampil yang terbaik agar dapat diperhatikan oleh beliau.

Sepertinya dewi keberuntungan sedang memihak padaku, pada saat sesi tanya jawab panitia menunjukku untuk memberikan pertanyaan.

"Assalamualaikum Wr. Wb, Perkenalkan nama saya Ayu lestari. Boleh dipanggil Ayu. Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya sehingga saya dapat mengikuti workshop ini. Kedua kali nya saya mau menyampaikan bahwa saya Fans berat pak Ivan loh dan merasa sangat terhormat bisa bertemu langsung dengan bapak"

"Terima kasih bu Ayu, sudah mengidolakan saya", jawabnya.

"Baiklah, langsung saja saya akan bertanya. Apa tips dan trik supaya film yang kita sajikan bisa langsung menarik perhatian orang yang menonton dan tidak mau berpaling sedikitpun ketika sedang menonton film yang kita buat. Itu saja pak, terima kasih".

"Terima kasih atas pertanyaannya bu Ayu. Apa bu Ayu ada satu contoh film yang bisa kita lihat dan saya berikan komentarnya"

"Oh, ada pak sebentar saya akan tunjukkan"

Akhirnya aku pun menunjukkan film pendekku dan semua yang ia komentari tak lagi menjadi fokus utamaku. Aku duduk sedekat ini dengan idolaku, apa mungkin malam ini aku bisa tidur? Entahlah ... Yang pasti, jantung ini berdebar tiap kali ia menatap dan tersenyum padaku. Setelah bertahun-tahun, kini aku merasakan kembali debaran-debaran yang hanya terjadi ketika sedang jatuh cinta. Tunggu dulu, apakah aku jatuh cinta (lagi) ?  Oh, tidak ... Secepat ini? Kusangkal perasaan ini, dan kembali ku fokuskan pikiranku pada komentar pak Ivan.

Ketika pak Ivan telah memberikan masukkannya terhadap film pendekku, mataku mulai berkunang-kunang dan Brakkk!!! Seluruh peserta, panitia dan pak Ivan kaget. Aku tak ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya. Yang kutahu, seseorang tengah menggendongku untuk dibawa ke ruang medis. Bisa kudengar detak jantungnya dari jarak sedekat ini. Dan aroma tubuhnya yang khas. Siapakah dia???

To be continue 

Comments

Post a Comment

Popular Posts