#Day6 : Munajat Cinta Anin

Sudah dua malam ini aku tak melihat batang hidungnya di masjid tempat biasa kami tarawih. Hatiku pun bertanya-tanya, apa mungkin dia sholat dimasjid yang lain ya? Atau jangan-jangan dia sakit sehingga takbisa ikut tarawih? Entahlah, pikiranku tentangnya membuat sholat tarawih malam ini tak bersemangat. Ah sudahlah, lebih baik aku berwudu dulu sebelum sholat isya dimulai. Saat aku sedang berjalan kearah kamar mandi di sebelah masjid tiba-tiba ada yang menepuk pundakku. Berhubung pikiran sedang tidak berada ditempatnya sehingga membuatku kaget setengah mati dan berteriak, "Astaghfirullahal adzim!!!". 

"Duh, sori dek... kaget ya? Abang gak bermaksud mengagetkan kamu"."Loh kok suaranya gak asing ya",pikirku. Ternyata benar, itu suara bang El. "Eh, abang, iya nih lagi gak konsentrasi makanya jadi kaget. Iya gak apa-apa bang, Jawabku. "Emangnya kamu lagi mikirin apa sih? kok sampe gak konsentrasi gitu?", selidiknya. "Ah, enggak. Lagi gak mikirin apa-apa kok", jawabku. "Masa sih? Gak lagi mikirin abang kan? Heheh ... ", ledeknya. "Ah?", responku sampai tak bisa berkata-kata. "Berarti benerkan, Anin lagi mikirin bang El?", selidiknya lagi. "Udah ah, Anin mau wudu dulu nanti keburu mulai sholat Isya nya", jawabku mengalihkan. Aku langsung berlari ke kamar mandi tanpa memperhatikan tandanya yang membuatku kaget ternyata salah masuk kamar mandi laki-laki. Dengan menahan malu aku segera berbelok dan masuk kamar mandi yang sebenarnya.

Sehabis sholat Tarawih, seperti biasa kami melaksanakan kegiatan rutin kami yaitu Tadarusan. Setelah itu baru lah kami pulang. Di jalan menuju pulang ke rumah, kupercepat langkahku supaya abang El tidak membahas kejadian di depan kamar mandi tadi. Sayangnya, langkah kakiku kurang cepat yang akhirnya membuatnya bisa mengejar langkahku. "Anin, tunggu. Abang mau bicara sebentar", ucapnya berusaha menghentikanku. "Mau bicara apa bang? Soalnya Ibu tadi minta Anin pulang cepat untuk bantu buat kue", jawabku. "Sebentar kok. Abang cuma mau bilang, dua malam kemarin abang gak bisa ikut tarawih seperti biasa karena abang diminta Abah untuk nemenin dia ke rumah saudara", ucapnya menjelaskan. "Maksudnya abang bilang begitu apa?, tanyaku. "Iya, abang takut aja ada yang kangen dan bingung abang dua malam kemaren gak ikut sholat tarawih sampai-sampai dia gak konsentrasi dan salah masuk kamar mandi", ledeknya. "Apaan sih bang? Gak lucu ah...", rengekku. "Ya sudah, cuma sekedar kasih informasi aja. Siapa tau bermanfaat", jawabnya lagi. "Ya ... berhubung ini sudah sampai di rumah, Anin pamit masuk ke rumah duluan ya bang. Assalamualaikum". "Waalaikum salam", Jawabnya.

Setelah sampai dirumah, kubuka jendela kamarku sedikit yang mengarah ke jalan tempatku berpisah dengan abang El. Ia masih berdiri di sana, ucapannya tadi benar-benar membuat kekhawatiranku berkurang. Dalam diam aku bermunajat, Ya robbi ... Aku berharap, kau jaga perasaan ini hingga kau persatukan kami dalam ikatan sucimu nanti. Amin.... 

Rantau Ikil, 2004 

Comments

Popular Posts